Monday, November 26, 2012

Program Pembangunan Yang Dipersembahkan Untuk Rakyat Kota Tepian

Share & Comment
Samarinda Kota Tepian Pelabuhan Mesjid Raya Darusalam

JUMAT (23/11), genap dua tahun Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail (Jaanur) memimpin Samarinda. Program pembangunan apa saja yang telah dipersembahkan untuk rakyat Kota Tepian sejak dilantik 23 November 2010? Berikut tulisan yang diturunkan secara bersambung mulai hari ini.

PERKEMBANGAN suatu kota bisa dilihat dari pembangunan daerah tersebut. Makin pesat pembangunan, niscaya makin pesat pula perkembangannya. Samarinda kini masuk tahap itu. Ini ditandai dengan geliatnya pembangunan infrastruktur, seperti memuluskan jalan kota hingga gang-gang.

Sejak awal menjabat wali kota dan wakil wali kota, Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail bertahap melakukan peningkatan infrastruktur jalan. Terobosan ini untuk merealisasikan visinya, "Terwujudnya Kota Samarinda sebagai Ibu Kota Metropolitan Berbasis Industri, Perdagangan dan Jasa yang Maju, Berwawasan Lingkungan dan Hijau, serta Mempunyai Keunggulan Daya Saing untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat ."

Belakangan yang sedang tren, adalah semenisasi jalan. Hal ini tentu bukan tanpa pertimbangan. Semenisasi dinilai dan terbukti lebih kuat ketimbang aspal. Meski memakan anggaran lebih besar ketimbang pengaspalan, semenisasi justru menghemat anggaran dalam jangka panjang lantaran keawetannya. Tengok saja Jalan Kadrie Oening yang bertahun-tahun tak lagi rusak sejak disemenisasi.

Nantinya, hal barusan juga berlaku pada ribuan jalan lingkungan atau gang yang tersebar di Samarinda. Niatan ini bukan sekadar rencana. Dua tahun terakhir alias sejak Jaanur memimpin, lebih 900 jalan lingkungan telah ditingkatkan dengan semenisasi. "Jadi, target Pak Jaang seribu gang disemenisasi akan kita realisasikan pada 2013," ucap Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Kota (Disciptakot)  Hero Mardanus, baru-baru ini.

Ya, Disciptakot kini tak lagi condong pada proyek bangunan dan penataan kota, dinas ini juga mengemban tanggung jawab meningkatkan jalan lingkungan yang banyak dikeluhkan warga, berdasar arahan wali kota. Sementara jalan yang lebarnya lebih 4 meter, terfokus pada Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Samarinda, yang juga ramai semenisasi, meski beberapa di antaranya memakai aspal.

Peningkatan jalan melalui semenisasi memang bukan hal baru. Namun, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, hal ini jarang ditemui dalam pembangunan Samarinda. Sejak Jaanur memimpin, proyek ini meledak dan jadi terobosan kepemimpinan mereka. "Dulu memang ada proyek begini. Tapi tak banyak, mungkin setahun hanya lima," kata Hero.

Peningkatan jalan tentu bukan tugas mudah. Namun, jika ditunda-tunda, beban Pemkot sudah pasti menumpuk. Apalagi pertumbuhan penduduk di Kota Tepian yang terbilang pesat. Belakangan, jumlahnya mendekati 1 juta jiwa. Yang ujung-ujungnya, menambah luas permukiman dan jalan lingkungan. Sehingga kebijakan Jaanur meningkatkan jalan lingkungan dinilai tepat.
Hal tersebut diakui Hero. Dari tinjauan lapangan, banyak ditemui cabang baru pada jalan lingkungan dan belum terdeteksi. Namun, jangan khawatir bagi penduduk pada cabang yang dimaksud. Meski telah teragenda, bukan tidak mungkin rencana peningkatan jalan pada jalan lingkungan lain, diajukan kembali untuk dianggarkan. "Semua bakal dialokasikan pada 2013," tuturnya.

Banyaknya jalan lingkungan di Samarinda, membuat pekerjaan rumah Pemkot menumpuk. Untungnya, program tersebut diikuti percepatan pekerjaan oleh rekanan instansi terkait. Betapa tidak, jika pada 2011 Disciptakot menyelesaikan semenisasi lebih 300 jalan lingkungan. Dan, tahun ini tercatat lebih 631 ruas jalan lingkungan disemenisasi. Berarti, niatan memuluskan 1.000 gang dan jalan lingkungan oleh Jaanur mendekati kenyataan.

KAWASAN PINGGIRAN
Namun, jangan kira peningkatan tersebut hanya berlaku pada jalan lingkungan di tengah kota. Beberapa titik di pinggiran juga masuk dalam daftar semenisasi yang kini sedang pengerjaan. Di antaranya wilayah Palaran dan Sambutan.
Hal barusan tak hanya berlaku pada jalan lingkungan di gang-gang kecil. Beberapa perumahan yang telah diserahkan pengembang atau developer pada Pemkot juga masuk dalam agenda semenisasi, macam Perum Sambutan Asri, Sambutan Permai, Bukit Pinang, dan lainnya. "Ini juga mendukung program lingkungan hidup. Perumahan yang tertata rapi dengan jalan yang baik. Sehingga bisa jadi perumahan percontohan," sebut Hero.

Meski sedang ramai, proyek Disciptakot tak melulu peningkatan jalan. Memenuhi hak dan keperluan warga, beberapa proyek rehabilitasi dan pembangunan sekolah pun dilayangkan. Untuk tahun ini, tercatat 53 gedung sekolah segala tingkatan masuk daftar rehabilitasi, dan 30 gedung mendapat pembangunan. Beberapa di antaranya, Disciptakot menerima bantuan Pemprov Kaltim. Angka barusan, belum termasuk perbaikan atau pembangunan yang dimodali APBN.

Ya, meningkatkan sarana sekolah tentu memacu semangat belajar murid. Makin nyaman, maka makin nyaman pula murid mengikuti jam belajar di sekolah. Ini memang jadi perhatian khusus wali kota. Tengok saja SMA 2 Samarinda yang telah diresmikan bangunan barunya. Hal serupa juga bakal berlaku pada beberapa sekolah lain. Rupanya, wali kota berniat "membetonkan" seluruh gedung sekolah di Kota Tepian.
"Bangunan yang ada di sekolah, rencana tak ada lagi bangunan kayu, sebagai keyamanan sarana pendidikan. Pembangunan akan fokus di pusat kota, nanti mengarahnya ke pinggiran," beber Hero, mengutip komitmen Jaang.

Proyek-proyek barusan, tak perlu diragukan lagi dampak baiknya bagi warga, apalagi sebelumnya keluhan banyak datang dari masalah-masalah tadi. Menyempurnakannya, pelayanan pemerintah pada warga juga turut ditingkatkan, seiring wacana peningkatan kantor camat, lurah, dan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot. Beberapa di antaranya sudah masuk tahap Detail Engineering Design (DED) pada APBD-P yang diketok pertengahan Agustus lalu. Pelaksanaannya, bakal dialokasikan 2013.
Begitu pula dengan beberapa posyandu dan prasarana kota lainnya, guna menunjang kepentingan warga, serta mempercantik kota. Merealisasikannya, dituntut pula keseriusan kontraktor. Sebab belakangan, masalah serapan anggaran rendah kerap dikeluhkan. Rupanya, hal tersebut memang jadi perhatian khusus Pemkot. Mengantisipasinya, Pemkot melalui SKPD terkait memberi tekanan pada rekanan guna mengejar target sesuai kontrak.

Di Disciptakot, tak main-main pengawasan yang berlakukan pada kontraktor. Sanksi pemutusan kontrak hingga daftar hitam (blacklist) pun siap menanti kontraktor yang tak serius mengerjakan proyek Pemkot. Hero mengaku kerap memantau progres ke lapangan tiap pekan. Jika target per pekan tak terpenuhi, pihaknya kerap melayangkan teguran. Dari situ, disertakan beberapa rekomendasi guna mengejar target, macam penambahan pekerja, atau durasi kerja.

Nantinya, kinerja kontraktor bakal dievaluasi setelah tutup buku tahun anggaran. Jika ditemukan ketidakpuasan, maka siap-siap kontraktor tak lagi dapat mengerjakan proyek Pemkot pada tahun-tahun berikutnya. Ini menunjukkan ketegasan jika Pemkot tak main-main mengerjakan proyek. "Ada alasan bahan langka, kami tak mau tahu itu," tegas Kadisciptakot di dampingi Sekretaris Ciptakot Herwan Rifai.
Hal serupa berlaku di Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Samarinda. Apalagi di tengah tuntutan mengatasi masalah kerusakan jalan dalam kota yang kerap bikin warga mengeluh. Sebagian besar titik-titik tersebut sedang tahap peningkatan. Salah satunya, Jalan Sentosa yang kini mulai dimuluskan setelah bertahun-tahun dikeluhkan pengguna jalan.
"Memang semuanya itu bertahap, karena susah kalau sekaligus," ucap Kepala DBMP Samarinda Akhmad Maulana.

Pihaknya, memang diamanatkan wali kota memperbaiki seluruh infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan warga, khususnya jalan. Selain Sentosa, Jalan Merdeka depan pasar yang rusak parah juga jadi fokus DBMP. Kini jalan tersebut dalam penanganan rekanan, ditarget rampung tahun ini.
Sementara peningkatan yang kini telah dinikmati, adalah semenisasi di Kelurahan Lempake. Rampung beberapa waktu silam, warga kini dapat berkendara dan melintas nyaman di jalur ini. Meski belum tertangani sepenuhnya, perbaikan dilakukan bertahap seperti peningkatan jalan di titik lain, macam Jalan Belatuk-Gelatik, yang disiapkan memecah jalur ke arah Jalan Ahmad Yani dan S Parman. Begitu juga perbaikan di Jalan Pesut, Gurami, Sungai Dama yang pelan-pelan dimuluskan. Di luar nama-nama barusan, tentu banyak lagi peningkatan jalan oleh Pemkot.

Dikejar target secepatnya, Maulana mengaku maklum menerima laporan kendala pada pengerjaan proyek. Menurut dia, kendala memang banyak. Jika tak terhindarkan, hambatan diminimalkan semaksimal mungkin. "Saya evaluasi terus tiga hari, empat hari, dilihat mana yang laju, mana yang lambat. Yang lambat, kami tegur," tegasnya.

Samarinda, kata dia, memiliki struktur tanah terendam, atau jenuh air. Ini membuat pondasi jalan tak padat, yang ujung-ujungnya merusak struktur aspal lantaran air dalam tanah tak dapat menguap keluar. Ini membuat California Bearing Ratio (CBR/metode menentukan
parameter kekuatan suatu lapisan perkerasan jalan) makin rendah, dan makin tak bersahabat dengan aspal. Meski tak semua, beberapa titik jalan di Samarinda nyatanya berlaku demikian. Biasanya, keadaan ini terjadi pada jalan yang tak memiliki bahu jalan.


Untuk mengatasinya, memerlukan waktu lama dan bakal berdampak macet karena jalan harus digali untuk dibenarkan pondasinya. Untungnya, masalah tersebut dapat teratasi seiring studi yang menunjukkan semenisasi mampu stabil dengan CBR rendah. Ini yang membuat semenisasi jauh lebih awet, seperti Jalan Kadrie Oening yang belasan tahun tak lagi tersentuh perbaikan. Jika hal serupa berlaku pada sebagian besar jalan di Kota Tepian, ke depan, Pemkot bisa hemat anggaran perbaikan jalan dan teralihkan pada infrastruktur lain demi percepatan pembangunan. (hms*/bby/ibr/adv)

Sumber:  sapos.co.id
Labels:

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © Portal Samarinda | SamarindaTepian.com | Published By Samarinda Tepian | Designed By Samarinda Tepian | Powered By Samarinda Tepian